All With U

Jalan-Jalan Part 1-Bandung

Waktu menunjukkan pukul 05:00, sudah bangun, mandi, Shalat Subuh dan bersiap-siap, siap-siap mau kemana??? Kemana? Mau kemana sih? Mau jalan-jalan ke Bandung bersama Seseorang wanita yang sangat ku sayangi dia bernama Siti Riadul Jannah…

Tanggal 02.03.2013, Sabtu

Setelah selesai bersiap-siap, kemudian pamit dengan kedua orang tua ,Bapak”mau kemana kamu?” aku “mau ke Bandung jalan-jalan”, Ibu “sama siapa?”, aku sama seseorang, hehe..”, Ibu”hati-hati, awas kalo macam-macam disana!”, bissmillah berangkat, pukul 05:45, naik angkot dari lampu merah balaraja ,angkot cikande dengan cirri angkot putih strip kuning, masih terlalu pagi, dan udara begitu sejuk, ada pesan masuk dari Iyya’ku “Dimana Apa’? aku”aku diangkot otw ke rumah mu, Bu’”, Iyya’ku “ya hati2..”..tak berapa lama sampe juga di Gading Permai, masuk ke jalan gading, jalan lurus, terus belok kiri, jalan lurus, ketemu masjid belok kanan, sampe dirumah nya di luar rumah ketemu sama Ma’ sedang gendong Kholis “Sepupu nya Iyya’ku”, salim tangan ke Ma’ “udah mau berangkat gitu?”, aku “iya, Bu’..” Ma’ “itu Iyya nya ada dirumah ,sana samper gih..”, “Assallamualaikum, “ucap salam aku saat berada di depan rumah Iyya’ku..didalam rupanya ada Abah sedang nonton Tv, “Waalaikumsallam.., eh de, sini masuk, Iyya nya ada didalam”, lalu ngobrol berdua, sambil tunggu tuan putrid selesai dandan, tak lama, tuan putri muncul, “Ma’ Iyya berangkat”, “Abah Iyya berangkat”, kata tuan Putri..”yauda hati-hati aja ya de dijalan..” “Assallamualaikum..” dan kita pun berangkat…

Sepanjang jalan dari rumah tuang putrid banyak ketemu tetangga yang memperhatikan, walau malu cuek aja lah, hehe.., tak jauh dari rumah, kaget banget pas liat ada anak bocah kecil sedang duduk sila asik menghisap rokok kretek yang tinggal puntungnya, buset eta kamana Indung jeung Bapakna? Efek Orang Tua Sibuk? Hmm, mungkinkah itu, atau Orang Tua yang ga bisa merawat anaknya..

Setelah keluar dari gang jalan rumah Iyya’ku, tak jauh Nini berteriak “ woi, ndek kamana eta?, pokona tapai, tapai,,” kami berdua “senyum dan ketawa malu, karena banyak tetangga memperhatikan, hehe”…

Oia lupa, tadi bacang sama nasi uduknya dibawa apa ngga ya, Bu’? ga dibawa, kata kamu, “kamu udah sarapan kan?” Tanya aku, “hmm, udah..(sambil memalingkan wajah”)”, jawab kamu, “hmm..nyebelin..”

Setelah sampai di depan gading, kita menunggu angkot, setelah dapat ngetem dulu seperti biasa biar kaya Orang Indonesia gitu kalo ngetem harus lama..

Lalu angkot pun berangkat, dengan waktu yang masih pagi, dan keadaan hati yang senang bisa jalan sama kamu Istriku yang menyebalkan, :p ..

Lalu sampai di Balaraja dekat fly over, kita naik bus sepertiga menuju Kb.Nanas, didalam bis perjalanan ngobrol dan bercerita banyak tentang kehidupan pekerjaan dan hal-hal yang lucu, hari itu 02.03.2013 hanya ada kita sayang, kita sedang membuat kisah indah dalam menumbuhkan benih kasih sayang ini..

Sampai di Kb.Nanas, nyberang jembatan, lalu setelah tau bahwa si Tuan Putri menyebalkan ini belum sarapan hanya makan beberapa biji buah dukuh, sarapan dulu beli nasi uduk, malah aku yang disuruh makan, benar-benar menyebalkan. Setelah selesai makan nasi uduk, lalu cari toko Waralaba Indomart untuk beli bekal roti dan minuman, setelah selesai belanja, kemudian tunggu Bis menuju Bandung.

Ga perlu lama menunggu Bis menuju Bandung datang Bis Arimbi,

arimbisaat masuk ternyata masih lumayan sepi dan dapat tempat duduk berdua dibelakang dekat smoking room, haaaahhhh…akhirnya ke Bandung juga, hehe, senang, senang, dan senang, hari ini bisa berduaan sama seseorang yang sangat disayangi.

Diperjalanan dari Kb.Nanas Tangerang menuju Lw.Panjang Bandung, diisi dengan manja, manja, dan manja dari Tuan Putri Iyya’ku yang menyebalkan, terus rangkul dan genggam tangan dan jari ku tak mau lepas, (kaya perangko aja sayang..hehe..), walau begitu aku suka, liat Istri ku ini manja, dan berkata, “hari ini aku mau manjaan sama Apa’, kapan lagi bisa rangkul tangan Apa’ lama-lama, siap-siap aja malu, hehe”, diperjalanan diisi

dengan mengobrol dan berkata sayang, saat dijakarta melihat gedung DPR “ga ada kan di Banten Gedung DPR?” , kamu “hmm, dasar nyebelin!!”, saat memasuki tol Purbaleunyi dan Cipularang pemandangan sudah mulai menghijau dan indah dengan lembah gunung dan bukit yang indah ,”Pasti di Banten ga ada” (hehe.. ;P),

Selang beberapa puluh menit akhirnya memasuki Tol Pasir Koja Bandung, dan di pintu tol sudah panjang antrean kendaraan, rata-rata sih berplat “B” (hayo tebak itu dari daerah mana, yang jelas bukan dari Serang atau Pandeglang, hehe.. :D), tepat pada pukul 10:39 tiba di terminal Leuwi Panjang (Terminal Bis Bandung),

1769402

(Terminal Bis Leuwi Panjang, Bandung)

,yang dicari pertama kali setelah tiba adalah T.O.I.L.E.T (akibat dari sepanjang jalan banyak minum dan ngemil), setelah selesai, langkah kita di Bandung langsung diarahkan menuju Dago, dengan naik Bis Damri Jurusan trayek Lw.Panjang – Dago dimana ongkosnya jauh dekat sama Rp 2.000,-. Saat itu sangat panas terik dan menyengat, walau begitu tetap menikmati perjalanan, sepanjang jalan, aku memberitahu nama-nama daerah, nama jalan, dan tempat-tempat unik di Bandung, perjalanan menuju Dago sangat macet (mungkin karena akhir pekan), dan tak aneh jika akhir pekan Pasar Baru macet (karena banyak orang luar Bandung yang belanja, paling jauh dari Malaysia..), saat memasuki daerah Ir.Juanda, setelah masuk dari perempatan BEC dan BIP, jalannya mulai adem, karena masih banyak pohon-pohon besar..

Pada pukul 11:45 tiba di Dago, dan kebetulan kami belum makan, jadi cari warung dulu untuk mengisi perut, kita pilih makan di warung yang tepat berada di samping Kampus Unpad DU (Dipati Ukur), kita pesan 2 Ayam Penyet Goreng dan 2 Es Teh Manis (lumayan isi perut..), tempat kita makan ramai dengan para Mahasiswa dan Mahasiswi dari Unpad (Kampus yang memperlihatkan kemahalannya dan hanya nama tenar saja). Setelah selesai makan, pas bedug Adzan Dzuhur, “Apa’ kita Shalat yuk, cari Mesjid”, kata kamu Iyya’ku, “ya hayu kita Shalat cari Mesjid,” sahut aku. Kita jalan berdua menyusuri pedestrian didepan kampus Unpad DU yang besar, lalu menyebarang kampus untuk cari angkot (karena yang kepikiran adalah cari Masjid, lalu selintas terpikir untuk Shalat di PUSDAI (Pusat Dakwah Islam) Bandung), lalu naik angkot warna hijau dengan strip orange trayek jurusan Caheum-Ciroyom, tak begitu jauh sih, kita turun di samping gedung Telkom Bandung, karena angkotnya tidak kearah Pusdai melainkan ke arah Supratman (Suci), lalu nyebrang cari angkot sambil jalan kaki menyusuri pedestrian di seberang lapangan Gazibu, disitu terlihat Gd.Sate yang megah dan mungkin kepanasan karena matahari saat itu sangat terik, dan menunggu angkot di depan seberang Gd.Sate

index

(untungnya masih banyak pohon rindang dan sedikit sejuk), lalu cegat angkot, dan naik angkot trayek jurusan Caheum-Ledeng dan melewati Museum Geologi yang kebetulan sedang ramai saat itu, lalu tak lama tiba di depan PUSDAI Bandung, masuk kedalam Pusdai untuk Shalat, sekalian istirahat (hmm, akhirnya ketemu Mesjid juga).

Saat tiba di Pusdai kita memperhatikan ada seorang wanita dengan pakaian yang terbuka, rok timthumb.phppendek, kok bisa masuk kedalam halaman masjid, dan ternyata dia menuju acara digedung belakang Pusdai, hmm, kita tiba di Pusdai pukul 12:28, setelah itu langsung Shalat dan cuci muka, karena sangat panas.

Setelah selesai Shalat, pukul 12:49, tak berlama-lama ,”Bu’ kita langsung ke Bosscha ya..” kata ku, “terserah aja aku mah kemana aja yang penting sama kamu”, jawab nya, hmm..dasar nyebelin manja .. ;p. lalu cari angkot trayek tujuan Caheum – Ledeng di depan Pusdai, tak lama menunggu langsung naik angkot menuju Bosscha via Ledeng.

“nanti kita lewatin Gd.Sate, Bu’”, kata ku, “berarti balik kearah yang tadi lagi dong?”,sahut Iyya’ku, “iya, kita balik lagi kearah yang tadi.” Jawab ku..lalu lewat di depan Gd.Sate yang sangat megah, dan di lapangan Gazibu sedang persiapan untuk konser musik mungkin, jalur yang dilewati akan dijumpai pohon-pohon besar yang rindang, “nanti kita akan ngelewatin Kebun Binatang Bandung, Bu’”, “ada gajahnya ga?, Gajahnya bisa dinaikkin ga?”, sahut iyya’ku, “hmm, gajahnya ada mungkin, tapi didalam kandang ga bisa dinaikkin”, jawab aku, lalu melewati daerah Kebun Binatang Bandung, Itb, dan Sabuga, lalu lintasnya juga ga begitu lancar, hingga sampai di Jl.Setiabudhi dan Kampus UPI Bandung , setelah sampai di depan kampus Upi atau di depan terminal Ledeng,

images ld(Terminal Ledeng)

kita turun dan berganti angkutan umum trayek menuju Lembang (Bosscha), dari yang semula perjalanan di Bandung yang panas dan terik saat memasuki daerah Lembang suhu udara menjadi sejuk dan angin pegunungan yang segar.

Pemandangan Gunung Tangkuban Parahu dan Gunung Burangrang menjadi latar perjalanan menuju Boscha, udara yang dingin dan sejuk mengisi ruang dalam rongga hidung dan otak, hmm, begitu nyaman udara di daerah Lembang. Pukul 14:37 kita tiba di gerbang masuk menuju Obesrvatorium Boscha, lalu naik ojek menuju Bosscha, “Boscha tos nutup ta acan mang?” Tanya saya kepada mamang ojek, “wah duka tah a ngke diluhur taroskeun weh atuh ka satpam na, tapi biasana mah jam tilu (3) nutupna,” jawab mamang ojek, “oh kitu, ayeuna keur rame pengunjung nyak mang?”, nyak biasa weh a aya nu sorangan aya oge nu rombongan, tapi ga begitu sepi a,”, tak lama kami sampai di Boscha. “a  bade ditangguan atawa dijemput, mun bade dijemput ngke sms weh nyak kumaha,” Tanya mamang ojek, “oh, sakedap atuh nyak mang ditaros heula ka satpamna geus ditutup acan,”, jawab saya, lalu saya menghampiri pos satpam dan bertanya,”pak kalo mau daftar masuk gimana?”, “oh, udah ditutup a tadi jam 1,” jawab pak satpam, “oh begitu, kalo liat-liat sekitar bisa, pak?” , Tanya saya, “ oh ya udah bisa a”, jawab satpam, “mang dagoan nyak sakedap, bade ningali heula ka lebet”, sahut saya ke mamang ojek, “oh enya atuh a ,” jawab mamang ojek, lalu kita jalan berdua menuju observatorium, lingkungan yang bersih, udara yang sejuk , dan sepi…

Walau begitu, dapat melihat Bosscha secara langsung sudah cukup dan tak perlu penasaran lagi, lalu mengambil beberapa foto dan bergaya dengan latar Bangunan Observatorium Bosscha yang megah..

IMG_0004     IMG_0002

   images b

Pukul 14:50 kita mengakhiri kunjungan di Bosscha, dan kembali ke bawah menuju terminal Ledeng..

(Info: si mamang ojek mau anter ke Gn.Tangkuban Parahu, mungkin harga sewa  nya bisa lebih mahal, dan pada saat itu si mamang ojek bilang jika waktu kunjungan di Gn.Tangkuban Parahu hanya 10 Menit (tertanggal saat itu 02.03.2013, Sabtu).

Lalu kita mencegat angkot ke Ledeng dengan naik angkot trayek Ciroyom-Lembang, saat menuju Ledeng lalu lintas sudah macet dan padat merayap perlahan-lahan, dan setelah tiba di sub terminal Ledeng, Bandung, kita menunggu bis Damri menuju Lw.Panjang, dan diperkirakan bis Damri terjebak macet di bawah (Kota Bandung), sambil menunggu dan istirahat kita mengobrol dan bercanda-canda nakal (hmm, nyebelin banget pake acara sakit maag nih, udah gitu obat maagnya hancur lagi, hmm…!), pukul 15:22 satu persatu angkot trayek Kalapa-Ledeng berganti menjadi angkot siluman dengan jurusan Lw.Panjang,

tumblr_kt99kzBBDq1qarif7o1_500

(Angkot Trayek Kalapa-Ledeng)

,mengingat sudah menumpuknya penumpang yang hendak ke terminal bis Lw.Panjang, dan saat itu sudah ramai teriakan para supir dan calo angkot “Leuwi Panjang, Panjang, Panjang, a ayo a kemana, ayo ini ke leuwi panjang, ayo 2 lagi 2 lagi”, setelah masuk 2 penumpang, “ ayo leuwi panjang 1 lagi, itu yang sebelah kanan tolong digeser a, teh, ayo 1 lagi berangkat..” (hmm..Indonesia pisan pokona mah..),

5209049845_d6c11524b0_m

(Damri)

Akhirnya angkutannya berkangkat juga, dengan kondisi penuh, dengan banyak yang membawa barang bawaan, perjalanan macet total ,mungkin karena week end, dan Bandung setiap weekend selalu seperti ini, tapi si mamang angkot selap selip masuk “jalan tikus”, dan akhirnya tembus di depan pasar baru dekat tegal lega, dan ada hal lucu yang kita perhatikan, dimana ada penumpang mungkin sudah ngantuk berat, entah habis minum obat tidur, begadang, atau apa, kita perhatikan wajahnya saat ia mengantuk, (heheh,,lucu banget), sampe tertidur tertunduk dikaki penumpang lain, kepala yang angguk-anggukan dan bergoyang-goyang dengan mata terpejam, (hmm, hehe..udah ah jangan ngomongin orang kasian, hehe..)..

Pukul 15:47 tiba di terminal Leuwi Panjang, tapi kita ga langsung cari bis, tapi cari tempat oleh-oleh makanan untuk orang-orang dirumah, kalo ini judulnya:

“N.G.E.B.O.R.O.N.G”

hehe…

Setelah ketemu tempat oleh-oleh yang kita cari, dimulailah manuver-manuver tawar menawar, dan mencari barang yang enak-enak, hehe..(mumpung di Bandung, tadinya kalo masih sempat mau ke Cibaduyut cari Senda untuk Ma’, tapi ga keburu..),  setelah dirasa cukup borongan yang dibeli, kita segera bergegas menuju bis jurusan Kalideres-Bandung, sebelumnya, mencari toilet dulu, hehe..takut beser.. sudah beres berurusan dengan toilet, kita langsung menuju bis.

Duduk didalam bisa ga buat kita nyaman, kenapa? Karena banyak pedagang menyerbu dengan seribu satu macam dagangan, mulai dari buku tips berumah tangga, buku la tahzan yang sudah diintisarikan seharga Rp.10.000,-, tahu kacang, kue bolen Rp 5,000,-, Koran, minuman (mijon, prutang, pokari swet, akua dingin), makanan (tahu goreng, bala-bala, risoles, bacang), belum lagi yang mengamen dan meminta-minta.

(tips: selalu sediakan recehan yang banyak untuk memberi ke pengamen dan yang meminta-minta didalam bis)

Bissmillah, dadah Bandung, bis mulai berjalan dan meninggalkan Bandung pukul 16:25, hari sudah sore, dan sudah lelah, tapi tidak terasa capeknya mengingat seharian ini berduaan bersama Seseorang sangat yang dicintai Siti Riadul Jannah. Dalam perjalanan pulang dan senja matahari yang mengiri perjalanan Bis yang kita naiki begitu membuat suasana berdua ini menjadi indah. (I Love You So Much Siti Riadul Jannah). Kembali tangan ku dirangkul tak mau lepas, dihimpit tak mau lepas sampe-sampe kesemutan, dan kita tertidur dalam lelah dan menyenangkan..

Tiba di Tangerang (Kb.Nanas) pukul 20:35, dalam keadaan lelah dan lapar (ups, hehe…tapi pas dirumah kamu kita makan oncom sepiring berdua ..hehe), Alhamdulillah datang juga bis 1/3 trayek Kalideres-Rangkas (Tol 2), pas kebetulan dapat bis yang penuh dan kita berdiri deh sampai di gading. Ada hal romantis seumur hidup aku, dimana melihat Seseorang yang disayangi ada disamping aku berdiri sambil merangkul dan memegang erat tangan dan baju ku, dalam keadaan berdesakan dan berdiri didalam bis, dan saling memandangi dan tersenyum dan bilang “I Love You” ,hehe :D.

Pukul 21:15 tiba di bukit Gading Permai, dan berjalan sambil bawa oleh-oleh tapai pesenan Ma’ dan Nini, pas tiba dirumah kamu hanya ada si Dede Derry dan temannya asik ngobrol dan nonton bola, dan kita asik makan sepiring berdua ,makan oncom kesukaan aku :D, sambil tunggu Ma’ dan Abah datang dari Kronjo.

Hari yang melelahkan tapi sekaligus menyenangkan ,karena bisa jalan seharian berduaan sama kamu Bu’, next kita atur rencana perjalanan berdua kita lagi ya sayang..

I LOVE YOU FOR A THOUSAND YEAR, AND MORE…

#Info:

Rute Transportasi: Pergi

Balaraja-Kb.Nanas Tol 2 (Rp 5.000/1 Orang)

Kb.Nanas (Tangerang)-Bandung (via ac eksekutif) Lw.Panjang (Rp 50.000/1 Orang)

Lw.Panjang-Dago (Damri Jur. Lw.Panjang-Dago) (Rp 2.000/1 Orang, Jauh Dekat)

Dago-Gd.Sate (Naik Angkot Jur.Caheum-Ciroyom) (Rp.1.500/1 Orang)

#notes, kalo mau ke Gd.Sate dari Dago/DU (Dipati Ukur) jalan kaki juga bisa, tapi kalo mau cepat bisa naik angkot jurusan Caheum-Ciroyom, turun di depan Gd.Telkom, dari Gd.Telkom Jalan Kaki ke Gd.Sate.

Gd.Sate-Bosscha (naik angkot jurusan Caheum-Ledeng Rp 4.000/1 Orang ,turun di Terminal Ledeng)

Ledeng-Bosscha (Lembang) (naik angkot yang kearah Lembang dari terminal Ledeng, turun di Boscha, bilang aja ke supirnya begitu kalo belum tau lokasinya, Rp 3,500/1 Orang)

Rute Transportasi: Pulang

Bosscha-Ledeng (Rp 3.500/1 Orang)

Terminal Ledeng-Lw.Panjang (Rp 2.000/1 Orang dengan naik Damri)

#notes, kalo ga ada Damri bisa naik angkot jurusan Kalapa-Ledeng dari terminal Ledeng Rp 5.000/1 Orang, turun di terminal angkot Kb.Kalapa, terus lanjut naik angkot Kalapa-Lw.Panjang Rp 2.000/1 Orang

Lw.Panjang-Kalideres (Rp 50.000/1 Orang – AC Eksekutif) turun di Kebon Nanas.

Dari Kb.Nanas naik bis 1/3 Jurusan Tol 2 Balaraja Barat Rp 5.000/1 Orang.

#Info:

Oleh-oleh Belanjaan:

2 Jinjingan kotak moci (1 Jinjingannya 5 kotak moci)

3 Keceprek (1 nya bonus borongan, hehe)

Peyeum 2 Kg

Keripik Tempe 2 plastik

Manisan 1 Kg (bisa campur atau sejenis)

1 bungkus kacang bawang

=Total belanjaan Rp (eitss..itu rahasia kita deh, hehe..)

Next, kita akan buat cerita yang lebih seru dan info yang lainnya.

By: Ekki Irawan Jumaati & Siti Riadul Jannah, Bandung 02.03.2013, Sabtu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s